Kusen Aluminium

Kusen merupakan bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi perletakan dan duduknya daun pintu dan daun jendela.

Fungsi dan Jenis Kusen:

Kusen juga memiliki beberapa fungsi antara lain, yaitu :

1. Sebagai tempat perletakan daun pintu maupun jendela. 

2.Sebagai bagian konstruksi bangunan. 

3. Sebagai penyekat dinding bangunan.

Jenis kusen dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut kategorinya :

Berdasarkan fungsinya dapat dibedakan antara: 
- kusen pintu
- kusen jendela

Berdasarkan lokasinya dapat dibedakan antara: 

- kusen dalam
- kusen luar yang terutama disebabkan oleh pengaruh iklim setempat.

Berdasarkan bahan yang dipergunakan dibedakan antara: 
- kusen kayu
- kusen aluminium
- kusen uPVC dan
- kusen beton.

Bagian-Bagian Kusen:

Kusen terdiri dari bagian tertentu :

1. Tiang (style).
2. Ambang (dorpel). 

Pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah, sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.

3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/ melekatnya daun pintu atau daun jendela.

Sponning
Tempat menempel daun pintu pada kusen,berfungsi juga sebagai penutup celah, dalam 1-1,5 cm, lebar 3-4 cm menyesuaikan ketebalan daun.

Sponning kapur :
Menciptakan daya ikat antara kusen dengan tembok, lebar
dibuat 3-6 cm, kedalaman 1-2 cm. 

Sponning plesteran
Penutup celah susut kayu dan celah antara kusen dengan tembok berukuran 1x1 cm.

4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk atau ditanam di dalam tembok. Bagian ini berfungsi untuk menahan gerakan kusen ke depan atau belakang.

5. Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk
menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila
terjadi penyusutan, tidak timbul celah.

6. Angkur, yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style). Bagian ini berfungsi
untuk memperkuat melekatnya kusen pada tembok, serta untuk menahan
gerakan daun pintu atau jendela.

7. Duk (neut), yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style) di bagian bawah.

Khusus untuk duk kusen pintu, fungsinya adalah untuk menahan gerakan tiang ke segala arah, dan untuk melindung tiang kayu terhadap resapan air dari lantai ke atas.

Berikut akan diperinci kelebihan dan kelemahan kusen berbahan aluminium

Kelebihan aluminium :

1. Tahan keropos, tidak dimungkinkan untuk dimakan rayap.

2. Bahan aluminium yang lebih tahan lama, anti rayap,dan tidak menyusut seperti kayu, tidak akan mengalami penyusutan dan perubahan bentuk / melengkung akibat perubahan cuaca.

3. Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna.

4. Desain dapat dibuat sesuai pesanan. 

Keunggulan kusen aluminium adalah
bobotnya yang ringan dan kuat sehingga mudah dipindahkan. Perawatannya yang simpel menjadi daya tarik bagi pembelinya disamping kualitas bahan aluminium.

5. Ekonomis, dalam pengertian biaya proses pembuatan, pemasangan dan
perawatan untuk kusen aluminium lebih murah karena lebih tahan lama.

Aluminium juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

1. Variasi bentuk yang terbatas, karena merupakan standart pabrik, hanya terbatas pada bentuk minimalis dan klasik Eropa.

2. Pemasangan dengan menggunakan sistem fischer. 

Teknik ini mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam bersama kusen merapat ke tembok sekeliling kusen pintu yang sudah diplester rapi dan sangat akurat
ukuran dan sudut siku-sikunya. Untuk teknik pemasangan ini, apabila terjadi
kesalahan dalam pemasangannya maka dapat berakibat fatal.

3. Cara pemasangan kusen aluminium mengandalkan kekuatan sekrup yang
dipasangkan melekat pada dinding menjadikannya harus dipasang dengan
presisi dan diplester rapi agar tidak terjadi kebocoran dan kesalahan lainnya.

Jangan memilih kusen aluminium yang bermutu rendah, karena dapat mudah
memuai saat terjadi perubahan suhu drastis karena kaca yang dibingkai dapat mudah lepas.

4. Sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan ‘sealant’ atau karet
penyekat antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan
lama agar air tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan. 

Pada dasarnya masalah sealant ini tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan alumunium tidak terpengaruh air.